Pekerja FSMI PT bukit Perak, Aksi Mogok Kerja Tuntut Kebebasan Berserikat


INDONESIAN LABOUR NEWS.COM- Di depan Pintu Gerbang Perusahaan PT Bukit Perak, Jl. Raya Semarang-Kendal Km 10.5 Semarang, 45 karyawan yang tergavbung dalam Pengurus Unit Serja Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK-FSPMI) PT Bukit Perak melakukan aksi unjuk rasa/mogok kerja dengan beberapa tuntutan. salah satu tuntutannya adalah Kebebasan Berserikat, pasalnya para karyawan tersebut mensinyalir adanya penghalang-halangan terhadap berdirinya Serikat Pekerja. karena sejak proses dibentuknya Serikat Pekerja di dalam perusahaan, kebijakan-kebijakan perusahaan banyak merugikan karyawan, diantaranya menghilangkan pemberian makan karyawan dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap beberapa karyawan yang bergabung ke Serikat Pekerja Mental Indonesia (SPMI) di perusahaan. 

Bahkan salah satu pendemo mengatakan bahwa dirinya pernah dilarang oleh salah satu pimpinan untuk bergabung ke Serikat Pekeja yang telah dibentuk oleh kawan-kawannya. “Bahwa di perusahaan ini telah melakukan pelanggaran kebebasan berserikat atau union busting,” kata Abidin -Pengurus Cabang SPMI Kota Semarang yang mendampingi para pekrja dalam berunjuk rasa tersebut.

adapun tuntutan karyawan yang melakukan mogok kerja adalah sebagai berikut:

1. Pekerjakan kembali teman-teman kami yang ter-PHK

2. Kembaikan fasiliitas makan yang telah dihilangkan oleh perusahaan 

3. Ikut sertakan program jamsostek

4. Hentikan bentuk-bentuk intimidasi dan menghalang-halangi untuk berserikat.

5. Berikan slip gaji. 

ketika dikonfirmasi oleh Indonesia labour news.com, pihak perusahan yang diwakili oleh Kepala Personalia, gatot Pramudya mengatakan bahwa perusahaan tidak pernah melakukan penghalang-halangan terhadap berdirinya Serikat Pekerja. 

“Kami memberikan kebebasan kepada semua karyawan untuk membentuk atau bergabung ke dalam organisasi pekerja manapun, dan kebetulan di perusahaan ini telah berdiri 2 serikat pekerja, kami menghormati dan memperlakukan sama, ” kata Gatot Pramudya. 

Ketika dikonfirmasi masalah PHK beberapa karyawan, Gatot Pramudya mengatakan bahwa PHK tersebut telah masuk dalam perselisihan hubungan industrial , jadi sudah masuk pada ranah hukum tersendiri.”

Begitu pula masalah penghilangan pemberian makan karyawan, menurut Gatot, hal tersebut disebabkan karena pihak karyawan mengkritiknya sebagai makanan yang tidak layak sehingga perusahaan memutuskan untuk menghilangkan fasilitas makan tersebut. 

gatot Pramudya juga mengatakan bahwa pihak perusahaan sebenarnya saat ini telah menyertakan semua karyawan sebagai peserta jamsostek, dan mempersilakan pihak karyawan untuk mengecek langsung ke PT Jamsostek. 

Kemudian untuk tuntutan pemberian slip gaji karyawan, dia mengatakan bahwa sistem penggajian karyawan telah menggunakan sistem transfer ke bank, sehingga karyawan bisa melihatnya pada print out buku rekening bank masing-masing.

dalam aksi tersebut petugas dari Disnakertrans Kota Semarang akhirnya datang untuk menenangkan para pengunjuk rasa dan menyarankan untuk berunding kembali esok hari di Dinaskertrans kota Semarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s